Kamis, 29 Januari 2015

Rahasia Alfatihah

Surat pembuka dalam Al-Quran ini sangat populer. Terlebih untuk urusan doa, tak lepas dari "kiriman fatihah". Tentu saja membuat banyak pertanyaan, ada apa dibalik alfatihah? untuk itu penulis akan membuka satu rahasia, dari berjuta kemungkinan rahasia yang terkandung dalam alfatihah. Dengan langsung praktek dan kuncinya disini adalah "ketauhidan" atau percaya bahwa Allah itu ada dengan kehendaknya. kita sebagai manusia mencoba membuka tabir-tabir "permainan" yang dibuat sedemikian rupa oleh sang pencipta.

"Hanya Allah yang memberi petunjuk dan hidayah untuk mentauhidkan-Nya dengan sebenarnya."




Tata Cara : 
Bacalah Al Fatihah secara lirih (tidak keras, bukan tanpa suara). 1x Ditujukan pada :
1. Kanjeng Nabi Muhammad SAW
2. Syech Abdul Qodir Jilani
3. Malaikat Muqorrobin ( Jibril, Mikail, Izroil, Isrofil )
4. Hajat (sesuai kebutuhan)

Lalu Baca Al Fatihah dalam hati dengan nafas teratur, ketika sampai pada bacaan :
"iyyakana'budu .... dst"
tahan nafas, dan ulangi ayat itu sampai 3 kali.
Kemudian selesaikan sampai ayat terakhir dengan nafas teratur.


Disini letak rahasianya :
Rahasia yang dimaksud, adalah rumusan antara ayat ke 5 yang dibaca 3x tadi dengan menahan nafas.
Keterkaitannya ada pada terjemahan ayat ke 5 :
"Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan"


Dengan menahan napas, akan menyebabkan bekurangnya jumlah oksigen dalam jaringan tubuh yang menyebabkan meningkatnya keasaman jaringan tubuh. Cairan jaringan yang asam ini merangsang pembuluh darah kapiler dan pembuluh darah lainnya melebar sehingga jumlah darah yang mengalir pun lebih banyak. Pelebaran pembuluh darah berpengaruh terhadap tekanan darah yaitu memperkecil hambatan terhadap aliran darah, sehingga tekanan darah cenderung menjadi normal.

Penahanan napas juga membantu meningkatkan daya konsentrasi dan menstabilkan emosi. Fikiran dan emosi terasa lebih mantap dan mudah berkonsentrasi pada saat melakukan penahanan napas. Coba Anda perhatikan, ketika Anda memasukkan ujung benang ke lubang jarum jahit, Anda akan lebih mudah memasukkan ujung benang tersebut dengan menahan napas dibandingkan jika anda tidak menahan napas ketika memasukkan ujung benang ke lobang jarum.

Nah, saat membaca 3x ayat tersebut dengan tingkat konsentrasi seperti ini, akan membuat singkronasi antara ayat dan tubuh manusia sehingga dapat memberikan efek damai, tenang, dan stabil.
Selain itu, di jeda waktu saat menahan nafas itu, bisa kita isi dengan mengarahkan fikiran pada sebuah harapan, doa, atau keinginan kita (hajat). Insya Allah kabul.

Pengalaman :

Pernah penulis lakukan ini untuk sekedar memohon agar tidak turun hujan yang kebetulan saat itu, penulis menjadi salah satu panitia dalam acara di sebuah instansi. Karena mendung yang sudah sangat menghitam dan kilat-kilat menyertai petir menyambut angin kencang, akhirnya penulis melakukan praktek doa seperti diatas, dengan berdiri menengadahkan wajah dan tak lupa sebelumnya kirim fatihah untuk Kanjeng Nabi Muhammad SAW, Syech Abdul Qodir Jilani, Sayyidina Mikail dan Kirim Fatihah untuk unsur Alam (Air). Alhamdulillah , dalam waktu lima menit, Allah mengabulkan doa kami dengan tampak cerah langitnya sore itu sehingga acara dapat berjalan dengan lancar.

Sekali lagi kami ingatkan, percayakan semua pada Allah sang maha berkehendak. Tapi sebagai manusia, kita wajib untuk berusaha dengan jalan yang sesuai dengan kadarnya.

"Doa selayaknya melambung tinggi, adapun keinginan harus tau diri"

Salam.